Dewa penolong penderitaan

Kewibawaanmu!.siapa yang tidak percaya bahwa kau sosok terpelajar.Senyumanmu!.semua orang mengakui bahwa kau adalah dewa penolong.Apapun saran dan nasehatmu,hanya sedikit orang yang mau melanggar karena mereka yakin terhadap petuahmu.Semua orang tau,kau memang sibuk,sibuk dengan keprofesionalanmu,sibuk dengan penemuan baru dan sibuk melayani orang-orang yang bermasalah dengan penderitaan.
Kehabisan kata,jika memuji profilmu,persepsi semua orang hampir sama bahwa kau perfect dan dibutuhkan oleh banyak orang.Tak jarang orang tua ingin memiliki keturunan sepertimu dan tak sedikit anak-anak bercita-cita sepertimu,di benak mereka,seperti dirimu,sangat menjanjikan sorga.


Takutkah kau terhadap penyakit?saya rasa tidak,karena kau adalah pengusirnya.Takutkah kau terhadap hukum? Saya rasa tidak,karena kau pintar yang bisa main-main dengan aturan dan bisa mencat warna hitam menjadi putih dan bisa menggeleng disaat mengangguk dan semua orang terbius dengan bahasa intelektualmu,yang tak ku ketahui,takutkah kau terhadap dosa?Senangkah kau diatas penderitaan orang lain?Sanggupkah kau membuang topengmu?berbuat ikhlas untuk sesama.


Tau kah kau?kerbau yang biasa membajak sawahnya kini terjual,demi ongkos ilmu besi tua tahan karat yang kau tawarkan,agar anaknya bisa berjalan normal kembali.Tak sedih kah kau?Atap rumahnya akan berubah menjadi langit karena akan disita oleh orang pegadaian akibat klaim alat canggihmu,agar suaminya bisa buang air besar dengan lancar.Parasit yang tumbuh subur ditubuhnya,hilang oleh kehebatanmu dalam memberangusnya,namun kau menyisakan sesuap nasi buat makan anaknya karena ilmumu yang begitu mahal.


Kebodohan mereka bukan untuk kau peralat,kepandiranya bukan untuk kau tipu,kekuranganya bukan untuk kau cemoohkan.Ya ya,saya paham,kamu bisa berdalih,di dunia ini tidak ada yang gratis dan kau mendapatkan kehebatan itu bersusah payah dan saya juga tau kepintaranmu itu sasaranya orang-orang bodoh tapi pantaskah kau melanggar sumpah,melanggar etik,melanggar rasa kemanusiawian,kau bawa matikah uang itu,kepintaran itu,harta itu,mobil mewah itu.


Abdi Negara itu digaji dengan layak,diberi tunjangan dan dijamin seumur hidup tapi kenapa toh?kamu masih mau bermain di balik layar,kurangkah honor itu,tidak puaskah dengan rumah dan mobil mewah yang kau miliki.Kecerdikan itu bukan diciptakan untuk keburukan,tujuan luhur dari pendidikan itu untuk menciptakan orang-orang terpelajar yang beretika dan bermoral.


Tulisan ini saya persembahkan buat orang-orang yang tamak,orang-orang pintar yang bobrok moral,orang-orang yang meraup keuntungan diatas penderitaan orang lain, orang-orang yang tidak punya naluri iba dan orang-orang yang bertopeng keikhlasan Read More ..

Kita adalah pemenang



Manusia telah berkompetisi yang sangat alot sebelum dia dilahirkan di muka bumi ini.Kenapa demikian?...Sebelum terjadinya ovulasi(pembuahan) dalam rahim ibu,dimana terjadinya pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum mengalami beberapa proses diantaranya:

Pertama sel sperma dikeluarkan oleh sang bapak mencapai jutaan sel dan yang akan mengalami proses pembuahan cuma satu,artinya kita telah menyingkirkan rival-rival yang akan mengambil posisi kita untuk tertanam di dinding rahim sang ibu.

Kedua,ovum memiliki pertahanan yang sangat kuat dan keras untuk ditembus oleh sel sperma yang disebut dengan zona pelusida,namun kenyataanya kita dengan gigih mampu menembus pertahanan tersebut sehingga terjadi pembuahan.

Ketiga,kita mampu bertahan dipenjara kehamilan kurang lebih selama 9 bulan, yang tak ada listrik,televisi,komputer,buku dan lain-lain.Kita hanya disuplai zat makanan dan oksigen melalui tali plasenta oleh sang ibu.

Keempat,meskipun menangis terdampar didunia nyata kita masih bisa bertahan hidup dan bernafas dengan paru-paru sendiri,yang biasanya diambil dari aliran darah sang ibu,kini telah memfungsikan paru-paru layaknya manusia lain.

Sejak awal dari proses pembentukan manusia(kita), telah mengalami persaingan yang ketat,buat apa kita takut menghadapi dunia,prestasi bisa diraih karena kita telah diajar oleh alam untuk bersaing,kita mampu menembus puncak kesuksesan sehingga kita telah terlahir di dunia nyata untuk bersaing,belajar,berusaha dan menggapai cita-cita yang sesungguhnya. Read More ..

Bekerja sambil kuliah awal tantangan menuju masa depan



Memulai sejarah baru pada tahun 2006,awal yang membahagiakan karena terjadinya perubahan status dari seorang pengangguran 4 bulan setelah tamat Diploma 3 menjadi seorang pegawai kontrak disebuah rumah sakit milik pemerintah daerah.

Awal dari suatu pekerjaan terasa manis,penuh semangat,penuh motivasi karena mendapat tanggung jawab sesuai dengan yang di inginkan dan sesuai dengan keahlian.
Kadang-kadang terasa bangga,biasanya masih mengharapkan bantuan dari orang tua untuk kebutuhan sehari-hari, sekarang sudah bisa melepaskan ketergantungan dan bisa menabung untuk keperluan yang tak diduga..

Dua tahun berlalu,keinginan tak bisa dibendung untuk melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi dan berpijak dari rasa optimis keinginan tersebut Agustus 2008 dapat di wujudkan.Setelah menjalani perkuliahan,keraguan mulai mendekati,membiayai diri sendiri dengan tanggungan kehidupan dan biaya kuliah suatu hal yang baru dirasakan..

6 bulan berlalu,motivasi mulai mengerucut,pikiran bercabang,kadang terasa capek,sibuk dan hampir kehilangan waktu untuk berkumpul dan bercanda tawa dengan teman-teman dekat atau keluarga karena kegiatan bertambah dan yang memperberat keadaan adalah Jarak tempuh kampus dengan tempat tinggal membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dengan sepeda motor,tepatnya 35 km dan untuk pulang pergi harus menempuh 70 km setiap hari dan 4 x dalam seminggu harus di lewati hal yang demikian..

Setelah pulang dari perkuliahan,pekerjaan lain sudah ada yang menunggu,yaitu untuk menjalankan tanggung jawab dalam memberikan Asuhan keperawatan kepada pasien-pasien emergency surgery atau pasien-pasien elective surgery.Jika ada waktu luang atau lagi libur dinas maka ada kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dari kampus atau membaca buku yang berhubungan dengan materi perkuliahan..

Pada akhirnya,kepenatan dan kegundahan hilang seketika jika menginggat cita-cita yang akan dicapai memang membutuhkan perjuangan,pengorbanan dan semangat penuh harapan. Read More ..